TP PKK Banjar Dorong Tertib Administrasi, Potensi Ikan Nila hingga Kopi Aranio
WARTABANJAR.COM, ARANIO - Administrasi yang tertib dinilai menjadi salah satu kunci agar pelaksanaan program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat desa berjalan lebih terarah.
Data yang akurat juga diyakini mampu membantu kader mengembangkan potensi lokal sesuai kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas saat pembinaan administrasi PKK di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada Senin (8/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan desa tahun 2026 sekaligus rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.
Nurgita mengatakan, administrasi bukan sekadar menjadi kelengkapan organisasi, tetapi juga menjadi tolok ukur pelaksanaan setiap program yang dijalankan kader PKK.
”Administrasi merupakan arah dan cerminan kerja organisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, pencatatan yang baik akan memudahkan proses evaluasi sekaligus menjadi dasar penyusunan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
”Kegiatan yang telah dilaksanakan akan sulit diukur keberhasilannya jika tidak didukung pencatatan yang baik dan data yang akurat,” ucap Nurgita.
Selain pembinaan administrasi, kader PKK juga didorong memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Kecamatan Aranio untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
”Potensi tersebut meliputi perikanan, khususnya ikan nila, perkebunan kopi, hingga destinasi wisata alam yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Nurgita menambahkan, produk olahan seperti abon dan kerupuk ikan nila, kopi khas Aranio, hingga aneka kuliner pendukung sektor pariwisata dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan administrasi yang tertib, pengembangan potensi lokal tersebut diharapkan dapat berjalan lebih terarah sekaligus mendukung pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di bidang pangan, sandang, dan peningkatan ekonomi keluarga.
”Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi antara kader PKK dan narasumber terkait berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program di masing-masing kelompok kerja,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan/*)
Editor Restu