Belasan Ruangan Kelas Hangus, Aktifitas Pembelajaran di MTS dan MA Muhammadiyah Diliburkan Pasca Kebakaran
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman penduduk di Jalan S. Parman, Gang Kalimantan I, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (3/6/2026) pagi.
Kejadian tersebut mengakibatkan sembilan rumah, bangunan sekolah MTS dan MA Yayasan Muhammadiyah rusak berat akibat diamuk Si Jago Merah.
Kepala Sekolah Aliyah Muhammadiyah 1, Fatmawati mengungkapkan yang terbakar itu bangunan sekolah MTS dan MA Yayasan Muhammadiyah Kota Banjarmasin.
"Untuk total itu ada 18 ruangan yang hangus terbakar. Selain itu, juga ada 2 ruangan komputer yang terbakar, yang mana total komputer yang terbakar itu ada 30 komputer yang terbakar," ungkap Fatmawati.
"Kalau dari depan itu tidak begitu kelihatan, tapi kalau didalamnya itu sudah hancur habis semua terbakar, mungkin karena apinya dari dalam," lanjutnya.
Menurutnya, api diketahui dari rumah warga di belakang bangunan sekolah.
Pasca kejadian tersebut, jelas Fatmawati, aktifitas pembelajaran di kedua sekolah tersebut akan diliburkan untuk sementra waktu, selama pembersihan sisa kebakaran dilakukan.
"Untuk dua tiga hari ini diliburkan aktifitas pembelajaran sekolah, untuk menenangkan suasana semuanya dulu. Kalau semuanya sudah dibersihkan baru kita lanjutkan kegiatan pembelajarannya," jelas Fatmawati.
"Kalau untuk ulangan siswa, mungkin nanti kita sementara memakai ruangan yang ada di masjid sini dulu," tambahnya.
Ia berharap dengan kejadian ini bisa ada bantuan dari pemerintah dan juga kementerian keagamaan untuk membantu membangun sekolah ini agar menjadi layak digunakan lagi.
BACA JUGA: Data Sementara Kebakaran di Gang Kalimantan 1 Banjarmasin, 12 Bangunan Terbakar
BACA JUGA: Kebakaran di Gang Kalimantan 1, SMK Muhammadiyah 1 Banjarmasin Ikut Terbakar
"Karena memang bangunan sekolah ini usianya cukup lama kurang lebih selama 60 tahun, dan bangunannya pun masih terbuat dari kayu, makanya berbedalah bangunannya dengan sekolah-sekolah yang lain, karena memang agak jarang dapat bantuan," harapnya.
"Kita berharap bisa adalah bantuan tanpa harus membeda-bedakan entah sekolah ini dibawah dinas atau dibawah kemenag," pungkasnya. (wartabanjar.com/iqnatius)
Editor: Yayu