WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Aliansi Mahasiswa Tuntung Pandang sukses mendesak DPRD Kabupaten Tanah Laut menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna mengusut tuntas sengkarut distribusi BBM solar bersubsidi bagi para nelayan lokal.

Pertemuan penting ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tanah Laut, Kamis (21/5/2026), sebagai tindak lanjut aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada Senin (18/5/2026) lalu.

Acara krusial ini dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekwan, Ketua Komisi II beserta jajaran anggota, Kapolres Tanah Laut, Kepala DKPP Tala, Camat Takisung, Kades Tabanio dan Kuala Tambangan, perwakilan mahasiswa dari Aliansi Tuntung Pandang serta perwakilan para nelayan.

Rapat tersebut menghasilkan Nota Kesepakatan resmi untuk melakukan verifikasi dan koordinasi bersama guna menyelesaikan masalah di SPBUN Desa Kuala Tambangan dan Desa Tabanio sesuai aturan perundang-undangan.

Ketua DPRD Kabupaten Tanah Laut, H. Khairil Anwar, menyatakan rasa bangganya atas aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan nelayan dalam forum tersebut serta berjanji segera mengambil tindakan.

​"Artinya kegiatan hari ini, kami lembaga DPRD sangat luar biasa bangga karena kami telah mendengar semua aspirasi-aspirasi yang telah disampaikan oleh para mahasiswa, nelayan, yang intinya terkait masalah penyaluran minyak solar nelayan," ujar Khairil.

​Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) akan segera turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data rekomendasi yang dinilai janggal.

"Tujuannya untuk memverifikasi hasil pertemuan hari ini, menyamakan persepsi yang disampaikan hari ini oleh nelayan, dicek langsung ke lapangan. Terkait kekurangan-kekurangan, terkait kekurangan rekomendasi yang diterima 540, rekomendasinya 610. Itu yang di Tabanio," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Tanah Laut, Zulkifli, yang mewakili Aliansi Tuntung Pandang, menyampaikan apresiasinya terhadap ruang dialog yang dibuka oleh pihak legislatif demi membela hak nelayan kecil.

​"Dengan adanya ini, semua orang bisa duduk bersama di sini menyampaikan aspirasi, dan ini adalah hasil dari teman-teman mahasiswa, yang akhirnya membuahkan kesepakatan, membuahkan komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan," kata Zulkifli.