Kedua, RAZALAKAS 112, layanan panggilan darurat bebas pulsa yang beroperasi 24 jam untuk kondisi darurat medis, kebakaran, hingga bencana alam.
Ketiga, RAZAWALI, inovasi lokal yang menghubungkan masyarakat langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati melalui siaran radio Tuntung Pandang 102,3 FM setiap Jumat akhir bulan.
Berdasarkan data yang masuk, berbagai persoalan mendasar di lini masyarakat sejauh ini telah berhasil dipetakan lewat kanal-kanal tersebut.
”Alhamdulillah, respons masyarakat cukup banyak. Aduan terbanyak biasanya terkait pupuk, jalan rusak, jembatan rusak, dan lain-lain,” ungkap Rika Amalia.
Bukan Sekadar Konten Terkait alasan pemilihan kampus sebagai sasaran sosialisasi, Rika Amalia menegaskan peran strategis mahasiswa.
”Mahasiswa adalah social control. Mahasiswa memiliki daya kritis yang tajam, idealisme yang murni, dan penguasaan teknologi. Kampus bukan sekadar tempat belajar teori, melainkan laboratorium peradaban di mana solusi-solusi untuk daerah itu dilahirkan,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi penonton atau pengkritik di media sosial tanpa arah.
”Jika melihat jalan rusak, fasilitas publik yang terbengkalai, atau pelayanan birokrasi yang berbelit, jangan hanya dijadikan konten. Gunakan SP4N Lapor, Razawali, atau Razalakas untuk menyampaikan laporan secara resmi dan tepat sasaran,” ajaknya.(Wartabanjar.com/Gazali/*)
Editor Restu







