“Bank Kalsel mengimbau kepada nasabah untuk dapat berhati-hati dengan data diri pribadi untuk dipinjamkan kepada orang yang tidak dikenal atau siapapun, karena menjaga rekening sama dengan menjaga identitas dan keamanan finansial diri sendiri. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh nasabah untuk lebih bijak, tidak mudah percaya kepada pihak yang meminta akses rekening, serta hanya menggunakan rekening untuk kebutuhan transaksi pribadi yang sah,” ucap Fachrudin.
Bank Kalsel menegaskan bahwa pihaknya secara aktif melakukan pemantauan terhadap transaksi yang mencurigakan sesuai prinsip kehati-hatian, Know Your Customer, serta ketentuan perbankan yang berlaku.
Apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan rekening, Bank Kalsel akan melakukan langkah penanganan sesuai prosedur internal, termasuk berkoordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan.
Terkait kemungkinan adanya praktik jual beli rekening di wilayah setempat, Bank Kalsel senantiasa melakukan pengawasan dan mitigasi risiko melalui sistem pemantauan transaksi serta edukasi kepada nasabah.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada kantor Bank Kalsel terdekat atau melalui layanan resmi Bank Kalsel apabila mengetahui adanya ajakan, penawaran, atau praktik jual beli rekening.
Diharapkan, melalui edukasi ini, masyarakat semakin memahami bahwa jual beli rekening bukan hal yang mudah, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan risiko serius bagi pemilik rekening maupun sistem keuangan secara umum.
Bank Kalsel berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem perbankan yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (wartabanjar.com/*)
Editor: Yayu







