Telan Dana Rp 5 Miliar, Pasar Agribisnis Kembang Kuning Tabalong Belum Optimal, Sementara Jadi Rest Area

WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk menghidupkan Pasar Agribisnis di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Haruai, hingga kini masih menghadapi berbagai kendala.

Sebagai langkah sementara, pasar tersebut rencananya akan dialihfungsikan menjadi rest area.

Pasar agribisnis yang dibangun pada 2021 dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar itu semula diproyeksikan menjadi pusat perdagangan hasil pertanian dan hortikultura.

Selain itu, pasar ini juga diharapkan menjadi titik temu petani dan pengepul, khususnya di wilayah utara Tabalong.

Namun, hingga saat ini aktivitas di pasar tersebut belum berjalan optimal.

Pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam mengonsolidasikan pedagang dan pengepul yang selama ini tersebar di berbagai daerah, seperti Barabai, Amuntai, hingga wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Tabalong, Soleh, mengatakan belum terpusatnya pelaku usaha menjadi kendala utama dalam menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar tersebut.

“Kesulitan kita saat ini adalah mengumpulkan pedagang dan pengepul sayur karena mereka tersebar. Ada yang dari Barabai, Kaltim, Kalteng, sehingga belum bisa tersentral di satu lokasi,” ujar Soleh dikutip dari Portal Tabalong, Sabtu (25/4/2026).