Rismon dan 2 Youtuber Dilaporkan JK ke Polisi, Cek Profil Eks Teman Roy Suryo-Dokter Tifa

“Di samping itu, saya juga ingin sampaikan bahwa pertemuan-pertemuan di sini pada bulan Ramadan yang lalu, itu sama sekali saya tidak undang dan mereka teman-teman itu datang atas kemauan sendiri untuk menyampaikan aspirasi dan saran,” ujarnya.

JK juga menegaskan seluruh tamu yang datang ke kediamannya merupakan akademisi dan tidak ada politikus.

“Dan mereka itu teman-teman itu sebagian besar orang akademisi, orang universitas, akademisi dan profesional. Tidak ada orang partai dan sebagainya, apa pun. Semua profesional dan akademisi, profesor,” sambung JK.

Menanggapi laporan JK ke polisi, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang menilai itu adalah hak warga negara.

Menurutnya, nanti laporan yang masuk ke kepolisian akan ditelaah dan diuji terlebih dahulu dengan bukti-bukti yang ada.

“Nanti di SPKT diuji dulu bukti-bukti awal apa yang disodorkan,” ucapnya.

Ditegaskan Jahmada, jika kliennya tidak pernah menyebutkan nama Jusuf Kalla.

Adapun yang beredar adalah hasil olahan artificial intelligence (AI).

“Rismon tidak pernah sebut nama pak JK. video yang beredar itu hoaks, (buatan) AI ya,” ucapnya.

Profil sosok Rismon Sianipar

Siapa Rismon Sianipar yang bernama lengkap Rismon Hasiholan Sianipar?

Sosok Rismon Sianipar lahir pada 25 April 1977 di Dolok Ulu, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Ia kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelesaikan gelar Sarjana Teknik pada 1998 dan Magister Teknik di bidang Teknik Elektro pada 2001.

Selepas dari UGM, Rismon Sianipar disebutkan mendapatkan beasiswa Monbukagakusho dari pemerintah Jepang.

Karena itu dia melanjutkan studinya di Universitas Yamaguchi, meraih gelar Master of Engineering (M.Eng) pada 2005 dan Doctor of Engineering (Dr.Eng) pada 2008.

Sepulang dari Jepang, Rismon Sianipar menjadi dosen di Departemen Teknik Elektro Universitas Mataram.

Namun, sejak 2008, ia lebih fokus bekerja sebagai Software Developer dan penulis sehingga banyak terlibat dalam proyek-proyek terkait keamanan data dan forensik digital.

Selama bekerja di Jepang (2008–2014), Rismon Sianipar bersama berbagai lembaga penelitian melakukan cryptanalysis atau proses memecahkan kode-kode tersandi.

Rismon Sianipar memiliki keahlian kriptografi, kriptanalisis, serta forensik audio, citra, dan video digital.

Hingga kini, ia masih terlibat dalam berbagai proyek keamanan database dan analisis kriptografi untuk perusahaan di dalam maupun luar negeri.

Salah satu aplikasi yang sedang dikembangkannya adalah GUI Pemrosesan Sinyal, Citra, dan Video Digital, yang digunakan untuk keperluan riset dan pendidikan. (Wartabanjar.com/dwisud)

Editor Restu