WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Realisasi belanja daerah Kabupaten Banjar hingga akhir Triwulan I Tahun Anggaran (TA) 2026 baru mencapai 16,50 persen, masih jauh dari target yang diharapkan. Sementara itu, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar 22,65 persen.

Pemerintah Kabupaten Banjar pun mendorong percepatan penyerapan anggaran memasuki Triwulan II agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan optimal.

Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Banjar, Rakhmat Dhany, saat memimpin apel kerja gabungan lingkup perangkat daerah di halaman Kantor Bupati Banjar, Senin (6/4/2026).

Dalam arahannya, Rakhmat yang membacakan sambutan tertulis Bupati Banjar menekankan pentingnya sinkronisasi antara realisasi belanja daerah dengan target kinerja.

“Hingga akhir Triwulan I TA 2026, realisasi belanja daerah baru mencapai 16,50 persen, sementara pendapatan berada di angka 22,65 persen. Capaian ini masih di bawah target yang diharapkan,” ujarnya.

Memasuki Triwulan II, Pemkab Banjar menargetkan percepatan realisasi anggaran dengan capaian minimal belanja pegawai serta belanja barang dan jasa masing-masing sebesar 50 persen, serta belanja modal minimal 40 persen.

”Seluruh perangkat daerah diminta segera mengambil langkah percepatan, dengan tetap berpedoman pada ketentuan APBD serta memastikan kualitas belanja yang efektif dan tepat sasaran,” pesannya.

Selain itu, Rakhmat juga menyoroti peran strategis Dinas Sosial P3AP2KB dalam memberikan pelayanan kepada kelompok rentan, seperti fakir miskin, penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar, hingga korban bencana.

”Pelaksanaan program perlindungan sosial harus terus dijaga agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah,” ucapnya.

Pemkab Banjar turut mengapresiasi capaian kinerja Dinas Sosial P3AP2KB yang berhasil memenuhi 100 persen target Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025.

Selain itu, instansi tersebut juga meraih penghargaan dengan kategori sangat baik dalam kualitas pelayanan publik.

”Capaian tersebut kami harapkan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui inovasi berkelanjutan,” pungkas Rakhmat. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Andi Akbar