WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Proses panen padi di wilayah Baruh Bilulang Mamas, Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kini mengalami perubahan signifikan.
Para petani mulai memanfaatkan alat modern berupa combine harvester untuk mempercepat dan mempermudah panen.
Alat pertanian yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKP3) tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para petani setempat.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Usaha Bersama Desa Masingai II RT 12 Kecamatan Upau, Tugiran, mengaku bersyukur atas bantuan Alsintan tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah karena alat ini sangat membantu proses panen.
“Dengan adanya bantuan combine ini, proses panen menjadi sangat cepat. Dulu kami panen secara manual bisa memakan waktu berhari-hari dan biaya yang cukup besar,” ujarnya pada wartabanjar.com, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya petani harus mencari tenaga kerja untuk memanen padi, yang tidak hanya memakan waktu lama tetapi juga menambah biaya, termasuk biaya pengangkutan gabah dari sawah ke tempat penumpukan hingga ke rumah.
“Dulu panen harus cari tenaga, penyelesaiannya bisa berhari-hari, belum lagi biaya angkut gabah dari sawah sampai ke rumah,” tambah Tugiran.
Kini, menggunakan combine harvester, proses panen menjadi jauh lebih efisien.
Dalam waktu kurang dari empat jam, lahan seluas satu hektare sudah dapat diselesaikan.
“Sekarang satu hektare tidak sampai empat jam sudah selesai. Hasilnya juga lebih bersih dan butir padi tidak banyak yang tercecer,” jelas Tugiran.







