WARTABANJAR.COM, SINTANG – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anak memprotes kondisi jalan rusak di Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, viral di media sosial dan menyita perhatian publik.

Video yang diunggah melalui akun Instagram @kaltimfolks tersebut menampilkan jalan berlumpur yang sulit dilalui. Dalam rekaman itu, anak-anak secara polos menyampaikan keluhan mereka terkait kondisi jalan yang memprihatinkan.

Salah satu pernyataan yang menyinggung gubernur yang kerjanya molor alias tidur turut memicu beragam reaksi dari warganet. Video ini kembali menyoroti persoalan infrastruktur di daerah serta pentingnya respons dari pihak terkait.

Dikutip dari berbagai sumber, kondisi jalan rusak di Kecamatan Sepauk, khususnya di wilayah pedesaan, memang tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu titik yang paling disorot adalah Jalan Bedayan (SP3). Jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, berlumpur, licin, dan di beberapa bagian bahkan belum beraspal.

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga, termasuk anak-anak, mengaku kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke sekolah maupun beraktivitas ekonomi.

Sejumlah dampak yang dirasakan masyarakat antara lain terganggunya akses transportasi, terutama saat hujan karena jalan menjadi becek, meningkatnya risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak stabil, serta terhambatnya kegiatan ekonomi dan pendidikan.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, sehingga bukan menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Dengan demikian, perbaikan jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang. Kondisi ini juga memunculkan polemik di masyarakat, terutama terkait pemahaman pembagian kewenangan jalan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Hingga saat ini, kondisi sejumlah jalan di Kecamatan Sepauk masih mengalami kerusakan, dan penanganannya belum merata karena bergantung pada kebijakan dan anggaran pemerintah daerah setempat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad