WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Rangkaian tur Eropa yang diikuti tim bulutangkis Indonesia resmi berakhir. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kini langsung mengalihkan fokus ke Kejuaraan Asia 2026 yang akan digelar bulan depan.

Sepanjang tur Eropa yang berlangsung selama empat pekan, tim Merah Putih mengikuti sejumlah turnamen, yakni German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters yang berakhir pada 22 Maret 2026.

Hasil dari rangkaian tersebut belum sepenuhnya memuaskan. PBSI mencatat, para atlet Indonesia belum mampu meraih hasil maksimal selama tur tersebut, sehingga menjadi bahan evaluasi menjelang turnamen berikutnya.

Secara keseluruhan, sepanjang kalender BWF sejak Januari hingga Maret 2026, Indonesia baru mengoleksi lima gelar. Gelar tersebut diraih di Indonesia Masters melalui Alwi Farhan serta di Thailand Masters lewat empat sektor berbeda.

Minimnya hasil pada tur Eropa menjadi momentum bagi para atlet untuk bangkit. Kejuaraan Asia 2026 pun dipandang sebagai ajang pembuktian sekaligus kesempatan menebus hasil kurang maksimal sebelumnya.

Pada edisi terakhir Kejuaraan Asia, Indonesia gagal meraih satu pun gelar. Bahkan, tidak ada wakil yang mampu keluar sebagai juara, meski sempat meloloskan dua pasangan ke babak final.

Padahal, sejak 2022 Indonesia dikenal konsisten meraih gelar di ajang tersebut. Terhentinya tren positif itu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil lebih baik pada edisi tahun ini.

Sejumlah nama andalan seperti Jonatan Christie hingga pasangan-pasangan muda juga diproyeksikan menjadi tumpuan Indonesia untuk bersaing di level Asia.

Kejuaraan Asia 2026 dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Dengan waktu persiapan yang relatif singkat, PBSI diharapkan mampu memaksimalkan evaluasi hasil tur Eropa demi meningkatkan performa atlet. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar