WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Suasana malam menyambut Idulfitri 1447 Hijriah di Bumi Tuntung Pandang pecah oleh kemeriahan Festival Gema Takbir mobil hias yang dipusatkan di depan Balairung Tuntung Pandang, Pelaihari, Jumat (20/3/2026).

Di balik kemilau lampu hias dan total hadiah fantastis senilai Rp90 juta, keamanan menjadi sorotan utama pemerintah daerah.

Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, dalam sambutannya memberikan peringatan keras kepada puluhan peserta agar euforia kemenangan tidak berujung petaka.

Beliau meminta komitmen penuh seluruh pihak untuk menjaga ketertiban di jalan raya.

"Terkhusus untuk para peserta, saya mengharapkan tolong jaga keamanan jangan sampai kegiatan kita malam ini dicederai dengan ada yang jatuh dari mobil atau ada yang nauzubillah min dzalik ada yang ketabrak masyarakat, jadi semuanya saling menjaga untuk tertibnya acara kegiatan ini sampai selesai nanti," tegas Bupati Rahmat.

BACA JUGA: Remaja Tenggelam di Alalak Akhirnya Ditemukan

Lebih lanjut, Bupati juga mengungkapkan rencana besar untuk memperluas tradisi ini.

Beliau ingin syiar Islam tidak hanya berhenti di malam lebaran.

​"Kegiatan syiar seperti ini kalau dulu kita hanya melaksanakan kegiatan hanya malam satu Syawal, insyaallah ke depan dan tahun ini pun kita mulai satu Muharram pun akan kita laksanakan kegiatan semacam ini, ya, tapi lebih ramai lagi dengan ada pawai obor dan lain-lain," tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, Myrza Fazrina, merinci bahwa festival tahun ini diikuti oleh puluhan armada dari berbagai kategori dengan dukungan dana APBD 2026.

​"Kegiatan ini diikuti sebanyak 56 peserta dengan rincian: kategori SKPD sebanyak 42 peserta, kategori masyarakat umum sebanyak 12 peserta sudah hadir semua Pak Bupati, kemudian perusahaan dan instansi vertikal sebanyak 2 peserta, yaitu dari BPR dan dari Kodim Tanah Laut," lapor Myrza di hadapan tamu undangan.

Myrza menjelaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pamer kreativitas, melainkan sarana melestarikan budaya Banjar dalam bingkai religi.