Tradisi Bagi-Bagi Hadiah Sahur, Bukti Kedekatan Radio Pemerintah dengan Rakyat
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Momentum Ramadhan kembali dimanfaatkan oleh LPPL Radio Tuntung Pandang FM untuk mempererat keterikatan dengan pendengarnya melalui pembagian hadiah Kuis Bagarakan Sahur yang dilangsungkan di kantor stasiun radio setempat, Selasa (17/03/2026).
Acara penyerahan apresiasi ini dihadiri oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Tanah Laut, Drs. H. Rudi Ismanto, M.Si.
Kehadiran perwakilan pemerintah daerah ini menegaskan posisi strategis radio plat merah tersebut dalam menjembatani komunikasi antara birokrasi dan masyarakat akar rumput, khususnya di waktu dini hari.
Kuis Bagarakan Sahur sendiri telah menjadi program ikonik yang mengudara setiap pukul 02.30 hingga 04.30 WITA.
Meski di era digital persaingan media kian ketat, program ini tetap eksis menemani aktivitas sahur warga Bumi Tuntung Pandang dengan balutan hiburan dan edukasi.
Dalam sambutannya, Rudi Ismanto memberikan catatan positif terhadap konsistensi lembaga penyiaran publik tersebut. Beliau menyampaikan:
"Selamat kepada seluruh pemenang. Semoga hadiah yang diterima dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Kami juga berharap masyarakat terus mendengarkan Radio Tuntung Pandang, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga di hari-hari lainnya," ujarnya.
Tahun ini, distribusi hadiah melibatkan berbagai instansi penting di Tanah Laut. Hadiah utama berupa satu unit kulkas dari Bupati diberikan kepada Mama Pia asal Gunung Raja.
Sementara itu, Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, S.I.K., M.I.K., menyumbangkan unit smartphone untuk Ami (Bumi Jaya), Wandi (Angsau), dan Amang Imul (Tebing Siring).
Tak ketinggalan, pimpinan DPRD turut memberikan apresiasi berupa uang tunai masing-masing senilai 500.000.
Selain hadiah utama, tumpukan hadiah menarik lainnya seperti alat elektronik rumah tangga, mulai dari kompor hingga dispenser yang bersumber dari lingkup SKPD Kabupaten Tanah Laut juga turut dibagikan.
Langkah ini diharapkan bukan sekadar seremoni musiman, melainkan upaya konkret agar Radio Tuntung Pandang tetap relevan sebagai media informasi dan komunikasi yang paling dekat di hati masyarakat.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu