VIRAL! Usai Diisukan Tewas Netanyahu Muncul Lagi Pesan Kopi, Warganet Curiga Deepfake dan Video Lama
WARTABANJAR.COM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang memesan kopi di sebuah kafe viral di media sosial.
Video tersebut beredar luas di Instagram setelah dibagikan oleh akun @ctd.insider. Dalam rekaman itu, Netanyahu tampak santai di sebuah kafe di kawasan Yerusalem sambil menanggapi isu yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai kondisi jarinya.
Dalam video tersebut, Netanyahu bahkan terlihat menunjukkan jari di kedua tangannya seolah menanggapi rumor yang sebelumnya menyebut dirinya muncul dengan enam jari dalam rekaman lain yang beredar.
Namun alih-alih meredakan spekulasi, video tersebut justru memicu analisis baru dari warganet. Banyak pengguna media sosial menyoroti sejumlah kejanggalan, terutama pada gerakan tangan Netanyahu ketika memasukkannya ke dalam saku jaket.
Diduga Video Lama yang Diedit
Beberapa analis internet menduga video tersebut bukan rekaman baru. Dugaan itu muncul setelah warganet memperhatikan tanggal yang terlihat pada layar pesanan di video, yakni 13 Maret 2024.
Selain itu, ada pula klaim bahwa rekaman visual sebenarnya berasal dari dokumentasi lama saat kampanye pemilu di Israel.
Lokasi video disebut berada di kawasan Yehuda, sementara waktu kejadian asli diduga berasal dari Maret 2021, ketika berlangsung kampanye pemilu ke-24 Israel.
Dugaan Manipulasi AI
Sejumlah analisis teknis yang beredar di media sosial juga menyebut adanya indikasi manipulasi digital pada video tersebut.
Hasil pemeriksaan audio disebut menunjukkan pola frekuensi linear yang sering dikaitkan dengan kloning suara berbasis kecerdasan buatan (AI). Pola ini dinilai tidak memiliki resonansi alami yang biasanya dihasilkan oleh pita suara manusia.
Selain itu, pemeriksaan digital hash pada setiap frame video diklaim identik dengan arsip dokumentasi lama dari tahun 2021, yang memperkuat dugaan bahwa visual yang digunakan merupakan rekaman lama yang diedit ulang.
Teknik yang diduga digunakan disebut sebagai deepfake re-enactment, yakni metode menambahkan narasi suara baru ke dalam video lama untuk menciptakan kesan seolah-olah rekaman tersebut adalah peristiwa terbaru.