WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Posisi Timnas Indonesia dalam ranking FIFA masih berada tepat di bawah rival regionalnya, Malaysia, jelang bergulirnya FIFA Series 2026 yang akan digelar pada akhir Maret ini.

Berdasarkan data ranking FIFA terbaru, skuad Garuda menempati peringkat ke-122 dunia dengan koleksi 1.144,73 poin. Sementara itu, Malaysia berada satu tingkat di atasnya, yakni peringkat ke-121 dunia dengan 1.145,89 poin.

Selisih poin kedua tim terbilang sangat tipis. Kondisi ini membuat peluang Timnas Indonesia untuk menyalip Malaysia di ranking FIFA terbuka lebar, terutama jika meraih hasil positif pada laga internasional yang akan datang.

Peluang Indonesia Naik Ranking

Timnas Indonesia dijadwalkan tampil pada FIFA Series 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 27 dan 30 Maret 2026. Pada pertandingan pertama, Indonesia akan menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Jika mampu meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut, tambahan poin yang didapat bisa membuat posisi Indonesia naik dalam ranking FIFA.

Namun, peluang Indonesia untuk melewati Malaysia juga dipengaruhi hasil pertandingan yang dijalani Harimau Malaya. Indonesia berpeluang menyalip Malaysia apabila meraih kemenangan, sementara Malaysia gagal meraih hasil maksimal dalam pertandingan mereka, termasuk saat menghadapi Vietnam pada ajang Kualifikasi Piala Asia 2027.

Bisa Naik Beberapa Posisi

Secara matematis, jika Indonesia mampu tampil maksimal dan bahkan menjadi juara dalam FIFA Series 2026, skuad Garuda diperkirakan akan mendapat tambahan sekitar 10 poin. Tambahan tersebut berpotensi membuat Indonesia naik dari peringkat 122 ke sekitar posisi 118 dunia.

Kenaikan itu bukan hanya berpotensi melewati Malaysia, tetapi juga beberapa negara lain yang berada di sekitar posisi Indonesia dalam ranking FIFA.

Momentum FIFA Series 2026 pun menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk memperbaiki peringkat dunia sekaligus meningkatkan kepercayaan diri menghadapi agenda internasional berikutnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar