Kolaborasi Organisasi Perempuan Tekankan Edukasi bagi Calon Pengantin dan Ibu Hamil
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, DWP Tanah Laut, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut dipusatkan di Aula Rakat Manuntung, Pelaihari, Selasa (10/3/2026).
Sasaran utamanya adalah para pelajar putri, calon pengantin, hingga ibu hamil untuk memutus rantai masalah kesehatan keluarga sejak dini.
Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Masrupah Syarifuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta.
Baca Juga Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Rumah di Palangka Raya, Video Peristiwa Viral di Instagram
Menurutnya, pemahaman mengenai pondasi keluarga yang sehat harus dimulai sebelum pernikahan terjadi.
Usai seremoni pembukaan, rombongan bergerak melakukan aksi nyata dengan mengunjungi kediaman salah satu warga, Fina, di Jalan A. Yani, Kelurahan Angsau.
Di sana, bantuan sosial diserahkan langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dengan tiga anak tersebut.
Masrupah menjelaskan bahwa aksi turun ke lapangan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menyentuh langsung kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja.
“Selain bantuan sembako, kami juga memberikan buku panduan berisi informasi mengenai makanan bergizi, cara menjaga kesehatan anak dan ibu hamil, serta persiapan yang perlu dilakukan bagi calon pengantin,” ujar Masrupah.
Langkah ini juga mendapat dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut yang turut hadir mengawal jalannya kegiatan edukasi tersebut di lapangan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto, melontarkan pandangan kritis mengenai pola bantuan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemberian materi fisik harus dibarengi dengan transfer pengetahuan agar dampaknya terasa permanen.
“Edukasi sangat penting karena dampaknya bersifat jangka panjang. Masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya kesehatan keluarga. Bantuan memang diberikan secara berkala, tetapi sifatnya sementara,” jelas Dian.