Tegur Parkir Malah Dikeroyok! Pemilik Warung di Pangkalan Bun Luka Robek, Pelaku Ngaku ‘Kawan Kapolres’
WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN – Nasib nahas menimpa Ardiansyah, pemilik Warung Makan Mama Andre di kawasan Perumahan Pinang Merah, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun. Niat menegur tetangga soal parkir kendaraan justru berujung dugaan pengeroyokan yang membuatnya mengalami luka sobek di pelipis kiri hingga harus mendapat beberapa jahitan.
Kasus ini kini ditangani Polres Kotawaringin Barat (Kobar) setelah korban menjalani visum di RSUD Sultan Imanuddin pada Sabtu (7/3/2026). Menurut keterangan keluarga, terduga pelaku merupakan seorang pemilik kafe di Kota Pangkalan Bun yang datang bersama beberapa orang lainnya.
Bambang, adik korban, menjelaskan bahwa perselisihan bermula pada Kamis (5/3/2026). Saat itu Ardiansyah menegur pelaku karena mobilnya diparkir menutupi akses masuk warung miliknya.
Awalnya situasi sempat mereda setelah pelaku memindahkan kendaraan tanpa keributan. Namun ketegangan kembali muncul keesokan harinya.
Pada Jumat (6/3/2026), pelaku justru menegur korban dengan nada tinggi terkait ayam peliharaan yang dianggap masuk ke lahan orang lain. Perselisihan tersebut memicu hubungan kedua pihak semakin memanas.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (7/3/2026) sore menjelang waktu Magrib. Saat itu pelaku bersama dua orang lainnya mendatangi lokasi. Salah satu di antaranya bahkan diduga membawa senapan angin dengan alasan ingin menembak ayam milik korban.
“Di situlah terjadi cekcok mulut yang kemudian berujung pada pengeroyokan terhadap kakak saya,” ujar Bambang saat mendampingi korban menjalani proses hukum.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pelipis kiri hingga harus mendapat perawatan medis.
Pihak keluarga juga menyoroti sikap arogan pelaku yang disebut sempat menantang korban untuk melapor ke polisi. Bahkan sebelum insiden penganiayaan terjadi, pelaku diduga sempat menyebut memiliki kedekatan dengan pejabat kepolisian setempat.
“Pelaku sempat mengatakan, ‘laporkan saja, Kapolres itu kawan saya’,” kata Bambang menirukan ucapan pelaku.
Keluarga korban berharap Polres Kotawaringin Barat dapat menangani kasus ini secara objektif dan transparan. Mereka juga meminta agar proses hukum berjalan adil tanpa terpengaruh klaim kedekatan pelaku dengan aparat.