Bagnaia Masih Tak Percaya Rekor 88 Podium Ducati Terputus di MotoGP Thailand 2026
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mengaku masih sulit mempercayai berakhirnya rekor luar biasa Ducati di ajang MotoGP usai balapan seri Thailand 2026.
Rekor tersebut adalah catatan 88 balapan beruntun Ducati selalu menempatkan pembalapnya di podium, sebuah dominasi yang telah berlangsung sejak 2021.
Namun, rentetan prestasi itu akhirnya terhenti pada MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, ketika tidak ada satu pun pembalap Ducati yang mampu finis di posisi tiga besar.
Ducati Gagal Naik Podium untuk Pertama Kali sejak 2021
Hasil balapan di Thailand menjadi titik balik mengejutkan. Ducati yang selama bertahun-tahun mendominasi podium harus menerima kenyataan pahit saat pabrikan lain tampil lebih kompetitif.
Balapan tersebut dimenangkan oleh pembalap Aprilia, sementara para rider Ducati mengalami berbagai kendala di lintasan, termasuk insiden dan masalah performa. Akibatnya, dominasi podium Ducati resmi berakhir.
Bagi Bagnaia, hasil itu sangat mengejutkan. Ia mengaku tidak menyangka streak panjang tersebut bisa berhenti, mengingat performa Ducati selama ini dikenal sangat konsisten di barisan depan MotoGP.
Bagnaia Terkejut Rekor Panjang Ducati Terputus
Bagnaia mengungkapkan bahwa sebelum musim dimulai, ia merasa sulit membayangkan Ducati tidak naik podium dalam satu balapan.
Namun realitas di Thailand berkata lain. Ia menilai MotoGP 2026 menghadirkan persaingan yang semakin ketat, terutama dari Aprilia dan pabrikan lain yang menunjukkan peningkatan signifikan.
Meski kecewa, juara dunia dua kali itu menegaskan Ducati harus segera bangkit dan mengevaluasi performa tim. Ia menilai hasil di Thailand harus dijadikan pelajaran penting agar tim kembali kompetitif di seri-seri berikutnya.
Persaingan MotoGP 2026 Makin Ketat
MotoGP 2026 memang disebut sebagai musim dengan persaingan paling terbuka dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya Ducati, sejumlah tim rival mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kecepatan dan konsistensi.
Hasil di Thailand menjadi bukti bahwa dominasi satu pabrikan tidak lagi mutlak. Ducati kini dituntut beradaptasi lebih cepat jika ingin kembali memimpin persaingan.