WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran dan kondisi darurat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Sebanyak 17 personel baru Pemadam Kebakaran (Damkar) resmi memasuki tahap orientasi dan pelatihan intensif yang difokuskan pada pembentukan mental, fisik, dan keterampilan teknis.

Program ini digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Tanah Laut sebagai bagian dari strategi penguatan unit penyelamatan tahun anggaran 2026.

Sebanyak 17 peserta yang telah lolos seleksi ketat tersebut merupakan formasi khusus Penunjang Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Mereka dipersiapkan untuk memperkuat barisan penjinak api dengan standar kompetensi tinggi sebelum diterjunkan langsung ke lapangan.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Satpol PP dan Damkar Tanah Laut itu bukan sekadar pengenalan tugas. Para calon personel digembleng dalam “kawah candradimuka” pelatihan yang mencakup teknik pemadaman, prosedur penyelamatan (rescue), hingga pembentukan disiplin dan ketahanan mental.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Laut, Danoe Sulaiman, SH., menegaskan bahwa profesi pemadam kebakaran menuntut dedikasi dan keberanian.

“Menjadi pemadam kebakaran bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Kami ingin memastikan setiap personel yang mengenakan seragam biru benar-benar siap melayani masyarakat dengan sigap dan penuh tanggung jawab,” tegasnya, Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap kecepatan dan profesionalisme Damkar semakin tinggi. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama.

Melalui orientasi dan edukasi ini, 17 anggota baru diharapkan tidak hanya terampil dalam mengendalikan api, tetapi juga memiliki integritas serta semangat pelayanan yang kuat.

Penambahan personel tersebut menjadi suntikan tenaga baru bagi armada Damkar Tanah Laut dalam menjaga keamanan warga dari ancaman kebakaran maupun situasi kedaruratan lainnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad