Pangkas Jarak ke Banjarmasin, Urus Paspor Kini Cukup di MPP Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Kabar segar bagi warga Bumi Tuntung Pandang yang berencana melakukan perjalanan luar negeri, ibadah haji, maupun umrah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan untuk menghadirkan layanan paspor langsung di daerah, Senin (02/03/2026).
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar tepat setelah pelaksanaan apel gabungan di halaman Kantor Bupati.
Baca Juga Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Dua Negara Disiapkan Jadi Pengganti
Kehadiran layanan imigrasi di Mall Pelayanan Publik (MPP) Tanah Laut ini diproyeksikan bakal memangkas birokrasi jarak dan waktu yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses pelayanan yang lebih dekat dan efisien.
"Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi mengurus paspor ke luar daerah. Semua bisa dilakukan lebih mudah dan cepat di Tanah Laut," ujarnya.
Apresiasi senada juga datang dari pihak otoritas imigrasi. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Kalsel, Yan Wely Wiguna, memuji kesiapan fasilitas yang disediakan Pemkab di MPP.
Ia menilai sinergi ini adalah bentuk nyata dukungan negara terhadap kemudahan urusan warga negara.
"Semangat yang kami sokong adalah untuk mempermudah pelayanan bagi warga, khususnya di Kabupaten Tanah Laut.
Sementara ini kami fokus pada pelayanan Warga Negara Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan kembangkan untuk pelayanan bagi warga negara asing yang tinggal di sini," ujar Yan Wely.
Mengenai teknis pelaksanaan, masyarakat diminta sedikit bersabar. Layanan ini rencananya baru akan beroperasi secara rutin pasca-Lebaran mendatang.
Untuk tahap awal, pelayanan akan dibuka setiap minggu pertama di awal bulan dengan kuota terbatas sebanyak 50 pemohon per hari.
Integrasi layanan imigrasi ke dalam MPP ini diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap fasilitas, tetapi benar-benar menjadi solusi konkret bagi mobilitas internasional warga Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu