WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat perbaikan jalan rusak dan berlubang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung aman dan nyaman.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan penanganan ruas-ruas jalur utama mudik, terutama jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa yang menjadi urat nadi pergerakan pemudik setiap tahun. Target ambisius yang dicanangkan adalah kondisi jalan bebas lubang atau “Zero Potholes” pada H-10 Lebaran.

Lonjakan volume kendaraan di Pantura diperkirakan kembali terjadi, sehingga pemerintah ingin memastikan infrastruktur dalam kondisi prima sebelum puncak arus mudik.

Salah satu titik yang ditangani adalah Jembatan Cilamaya di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang menjadi simpul penting lalu lintas kendaraan berat maupun pribadi. Perbaikan dilakukan di ruas Karawang–Cikampek–Pamanukan, tepatnya di KM 107.

Petugas Kementerian PU menyebutkan, perbaikan dilakukan melalui metode scraping atau pengupasan aspal lama, kemudian dilapisi ulang menggunakan aspal AC-WC PG 70. Material ini dirancang untuk menahan beban lalu lintas berat dan kondisi iklim panas.

Metode overlay tersebut menghasilkan permukaan jalan yang lebih rata, kuat, dan aman dilalui kendaraan. Pekerjaan di Jembatan Cilamaya bahkan diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari.

Pemerintah berharap percepatan perbaikan jalan nasional ini dapat menekan risiko kecelakaan akibat jalan rusak, sekaligus memberi rasa aman bagi jutaan pemudik Lebaran 2026. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar