Indonesia Bidik Gelar Perdana AFF Cup 2026, Vietnam Disebut Tak Akan Tinggal Diam
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ambisi besar disuarakan pelatih timnas Indonesia, John Herdman, yang menargetkan gelar perdana di ajang AFF Cup 2026. Namun, langkah skuad Garuda menuju tahta Asia Tenggara diprediksi tidak mudah, terutama dengan kekuatan timnas Vietnam yang disebut semakin solid.
Pelatih asal Inggris tersebut menyatakan bahwa AFF Cup 2026 menjadi turnamen yang sangat dinantikan. Ia optimistis dengan materi pemain yang dimiliki, terlebih karena jadwal kompetisi kali ini memungkinkan para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa bisa bergabung penuh bersama tim nasional.
AFF Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus, berbeda dari edisi sebelumnya yang biasa digelar akhir tahun. Waktu penyelenggaraan di tengah jeda musim liga Eropa membuka peluang bagi pemain naturalisasi Indonesia untuk memperkuat tim secara maksimal.
Indonesia berharap kekuatan pemain naturalisasi, khususnya yang bermain di Eropa, bisa membawa mereka meraih gelar pertama dalam sejarah turnamen tersebut. Meski demikian, tantangan terbesar disebut datang dari Vietnam yang masih menjadi salah satu kekuatan dominan di kawasan.
Vietnam Dinilai Semakin Kuat
Vietnam dinilai telah mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat kalah dari Indonesia pada sejumlah pertemuan pada 2023–2024, kini skuad asuhan Kim Sang-sik disebut memiliki kedalaman tim yang lebih merata.
Selain pemain lokal yang dinilai terlatih baik, Vietnam juga diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang dianggap berkualitas dan sudah menyatu dengan sistem permainan tim. Kombinasi ini membuat Vietnam tetap difavoritkan sebagai kandidat kuat juara.
Kepercayaan diri Vietnam juga meningkat berkat sederet prestasi di level regional dalam beberapa tahun terakhir, yang membuat mereka tetap menjadi lawan berat bagi Indonesia dalam perebutan supremasi Asia Tenggara.
Rivalitas Panas Asia Tenggara
Pada AFF Cup 2026, Indonesia dan Vietnam berada dalam persaingan ketat di kawasan. Kedua tim bahkan berada dalam satu grup bersama beberapa negara Asia Tenggara lainnya, membuat peluang bentrok langsung terbuka sejak fase awal turnamen.