Usai Penembakan Pilot Smart Air, Guru dan Nakes Tinggalkan Korowai Demi Keselamatan

WARTABANJAR.COM, JAYAPURA Pascapenembakan terhadap pilot dan co-pilot pesawat Smart Air yang terjadi pada Rabu (11/2/2026), sejumlah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dievakuasi dari wilayah Korowai menuju Jayapura, Papua.

Sebanyak sembilan orang dievakuasi dalam operasi tersebut, terdiri dari enam guru dan tiga tenaga medis yang selama ini bertugas di pedalaman.

Setibanya di Bandara Sentani, para guru dan tenaga kesehatan turun dari pesawat satu per satu dengan raut wajah lelah namun tampak lega. Mereka disambut oleh Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa, serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage, Harun Djouwni.

Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya kekhawatiran para tenaga pengajar dan tenaga medis setelah insiden penembakan yang menewaskan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air sehari sebelumnya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengatakan kedatangan mereka di Jayapura merupakan bagian dari langkah penyelamatan diri demi menjaga keselamatan jiwa.

“Situasi tersebut membuat para tenaga pengajar dan tenaga medis di Korowai harus segera dievakuasi demi keselamatan,” ujar Cahyo pada Kamis (12/2/2026) malam.

Ia menegaskan bahwa Polri memberikan perhatian penuh terhadap keamanan para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang terdampak situasi kamtibmas di wilayah tersebut.

“Polri memastikan setiap proses evakuasi berjalan aman. Kehadiran kami adalah bentuk tanggung jawab negara untuk melindungi para guru dan tenaga medis yang telah mengabdikan diri di pedalaman Papua,” tambahnya.

Baca Juga :   Konflik TNI dan Polri Terjadi di Mappi Papua Selatan, Diduga Dipicu Aksi Geber Motor

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca