“Jadi, tidak ada tempat untuk perundungan,” tegas Najib.
Ia turut menanggapi kasus-kasus perundungan yang pernah terjadi. Menurutnya, praktik tersebut memang ada, namun tidak terjadi di lingkungan universitas, melainkan di rumah sakit tempat mahasiswa menjalani praktik.
“Saya selalu mengatakan, terjadi perundungan, iya. Tapi itu bukan di universitas, itu ada di rumah sakit,” katanya.
Najib menilai kegiatan mahasiswa di rumah sakit tidak sepenuhnya berada dalam tanggung jawab Kemendikti. Namun demikian, ia mengajak seluruh pihak, termasuk kampus dan rumah sakit pendidikan, untuk bersama-sama menjaga kesejahteraan mahasiswa.
Hal ini penting agar para calon dokter spesialis dapat menjalani pendidikan tanpa tekanan berlebihan yang dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis mereka.
“Kita berharap betul-betul menjaga supaya mereka aman, senang, dan ketika lulus, siap berkontribusi lebih besar untuk memenuhi kebutuhan nasional,” pungkas Najib.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
