WARTABANJAR.COM, HSU – Gubernur Kalimnatan Selatan, H Muhidin memimpin rakor yang merumuskan langkah strategis dalam upaya percepatan pengendalian banjir di kawasan Banua Anam yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong dalam lingkup hidrologi Wilayah Sungai (WS) Barito.
Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menekankan adanya sinergitas antar kabupaten di Banua Anam dalam pengendalian banjir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama-sama berkumpul, bupati/wakil bupati kabupaten banua anam, beserta jajaran dinas terkait untuk membahas persoalan banjir ini. Jangan sampai ini menjadi ceremonial saja. Jadi harus ada aksi yang dilalukan,” ucap Gubernur H. Muhidin didampingi Bupati HSU, H. Sahrujani dan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti.
Ditekankan Gubernur Kalsel H. Muhidin, langkah penanganan awal ini, banua anam harus lmerencanakan pembuatan sodetan atau saluran air buatan untuk mengalihkan sebagian debit air sungai saat volume tinggi, serta mengurangi beban aliran utama, dan mencegah banjir di area padat.
“Jadi kita kolaborasi antara provinsi dengan Kabupaten di banua anam ini, adalah pembuatan sodetan ini tadi. Kita akan anggarkan di perubahan tahun ini,” jelas Gubernur H. Muhidin.
Sebelumnya, Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani mengaku senang, Gubernur H. Muhidin menghadiri langsung rakor yang berlokasi di kabupatennya ini.
