19 Guru Kimia Kabupaten Tabalong Dapat Ilmu Baru soal Keamanan Pangan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Sebanyak 19 guru Kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA/MA se-Kabupaten Tabalong melakukan kunjungan edukasi ke Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan MBG, yang berada di kompleks RS Usman Dundrung, Tanjung, Selasa (10/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus menambah wawasan praktis terkait pengawasan obat dan makanan yang selama ini lebih banyak dipahami secara teoritis di ruang kelas.
Kepala BPOM Tabalong, Taufiqurrahman, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan program Badan POM pusat, yakni ABG (Academia, Business, and Government).
Baca Juga Cek Spesifikasi Mobil Listrik BYD Atto 1, Pengadaan untuk Pejabat Pemko Banjarmasin
“Kegiatan ini merupakan program BPOM pusat yang kami laksanakan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi lintas sektor, termasuk dengan dunia pendidikan,” ujar Taufiq.
Menurutnya, melalui kunjungan edukatif ini para guru mendapat pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran laboratorium dalam pengujian dan pengawasan keamanan pangan, khususnya yang berkaitan dengan tugas dan fungsi BPOM.
“Kami berharap para guru memperoleh pengetahuan praktis yang nantinya bisa memperkaya proses pembelajaran di sekolah,” imbuhnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai fasilitas laboratorium, alur pengujian sampel pangan.
Serta cara membedakan obat dan makanan yang beredar di masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Selain itu, dijelaskan pula jenis-jenis pengujian laboratorium yang dilakukan untuk menjamin keamanan dan mutu pangan.
“Peserta juga kami ajak melihat langsung sarana dan prasarana laboratorium yang digunakan dalam proses pengawasan keamanan pangan,” ungkap Taufiq.
Sementara itu, Ketua MGMP Kimia Tabalong sekaligus Guru Kimia SMAN 1 Jaro, Hilman, menilai kunjungan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru di era pembelajaran kontekstual.
"Kami berharap, kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga pengawasan, sekaligus menjadi bekal bagi kami para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang lebih aplikatif kepada siswa,"tutur Hilman.