WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menunjukkan sikap rendah hati usai skuad Garuda Futsal kembali mencatatkan prestasi bersejarah di ajang Piala Asia Futsal 2026. Meski membawa Indonesia ke babak final untuk pertama kalinya, pelatih asal Spanyol itu menolak dicap sebagai pencetak sejarah sendiri dan menegaskan bahwa keberhasilan itu adalah hasil kerja keras seluruh tim.

Langkah Indonesia menuju final Piala Asia Futsal 2026 memang menjadi momentum gemilang bagi sepak bola Indonesia. Tim asuhan Souto sukses menyingkirkan Jepang dengan skor 5–3 di Indonesia Arena, Jakarta, sekaligus memastikan tiket final di ajang yang belum pernah dilewati Garuda sebelumnya.

Namun, dalam konferensi pers pascapertandingan semifinal, Souto dengan tegas menyampaikan bahwa dia bukan sosok tunggal yang mencetak sejarah tersebut, melainkan seluruh pemain, pelatih, dan staf pelatih yang terlibat sepanjang turnamen. Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan narasi yang menyebutkan dirinya sebagai “otor utama sejarah baru” Timnas Futsal Indonesia.

Sikap Profesionalisme Sang Pelatih Souto dikenal sebagai pelatih yang sangat menekankan pentingnya kerja tim dan performa secara konsisten. Sikap rendah hati tersebut terbukti sejak awal turnamen, termasuk ketika dia mengkritik performa tim meskipun lolos ke semifinal, karena menurutnya permainan Garuda belum mencapai standar yang diinginkan.

Tidak hanya itu, pelatih berpengalaman ini juga menyampaikan target besar lainnya: bukan sekadar lolos final, tetapi memenangi gelar juara Piala Asia Futsal 2026. Souto mengatakan bahwa timnya belum akan puas sampai gelar juara benar-benar diraih.

Momen Bersejarah dan Tantangan ke Depan Prestasi ini menjadi tonggak penting bagi futsal Indonesia. Sebelumnya, pencapaian terbaik Indonesia di Piala Asia Futsal hanya sebatas babak perempat final. Kini, setelah mengalahkan Jepang dan melaju ke final, harapan besar pun melekat pada tim nasional.

Partai final rencananya akan berlangsung melawan salah satu kandidat kuat juara, Iran sebuah tantangan besar sekaligus peluang untuk menutup turnamen dengan gelar juara pertama di level Asia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar