WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Harga emas sekarang sedang mengalami tren kenaikan.
Per hari ini, Jumat (30/1/2026), logam mulia Antam saja mencapai harga Rp3.168.000/gramnya.
Lantas, apakah penyebab utama kenaikan harga emas tersebut?
Mengutip sejumlah sumber, hal ini berkaitan dengan ketidakpastian akibat konflik geopolitik dunia antara beberapa negara seperti Amerika Serikat, Israel, Venezuela dan beberapa negara lainnya.
Pada Desember 2025 lalu, harga emas menjadi salah satu pemicu utama naiknya inflasi.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan emas yang perlahan meroket harganya sejak akhir 2025 membuat inflasi Desember menyentuh hampir 3%.
“Kita lihat (inflasi di Desember 2025 yoy) sudah di angka 2,92%. Meskipun kalau kita lihat itu pendorong utamanya harga emas, perhiasan,” ungkap Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Selasa (27/1/2026).
Tito buka-bukaan harga emas naik tinggi terjadi karena pergerakan geopolitik dunia yang terus memanas.
Banyak negara saat ini menyimpan cadangan emas yang besar, maka dari itu permintaan emas meningkat dan akhirnya harga emas meningkat.
Mulanya, pembelian emas secara besar-besaran dilakukan Rusia usai menyerang Ukraina.
Kala itu, cadangan devisa Rusia dalam bentuk valuta asing di negara barat diblokir.
Setelah terjadi perang Rusia dan Ukraina, banyak negara Barat membekukan cadangan dolar AS milik Rusia.
Setelah itu Rusia beralih mencari cadangan yang lebih aman, yaitu emas.
Mendagri Tito, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (30/1/2026) menyebut Rusia merasa kesulitan karena reserve mereka ditahan, sehingga akhirnya mereka beralih mencari reserve lain yang lebih aman, yaitu emas.

