DPRD Banjarbaru Soroti Pedagang Pasar Bauntung Pindah ke Jalan Jati, Minta Evaluasi Menyeluruh
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Fenomena berpindahnya pedagang dari Pasar Bauntung ke Jalan Jati, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, menjadi sorotan DPRD Kota Banjarbaru.
Perpindahan pedagang dinilai sebagai sinyal adanya persoalan serius dalam pengelolaan pasar tradisional yang harus segera ditangani pemerintah daerah.
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari, mengatakan fenomena tersebut tidak bisa dianggap sepele.
Ia menilai, kondisi ini perlu menjadi perhatian khusus karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Kalau pedagang memilih meninggalkan pasar yang sudah dibangun dengan konsep modern lalu berjualan di bahu jalan, itu berarti ada masalah yang harus segera dievaluasi,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Ia mengungkapkan, perpindahan pedagang dipicu sejumlah faktor, mulai dari kondisi pasar yang sepi pembeli, tuntutan dagangan yang harus habis dalam sehari, hingga beban pembayaran yang dirasa berat di Pasar Bauntung.
Nurkhalis menambahkan, pemerintah kota melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Bauntung.
“Kami minta dilakukan evaluasi dari hulu ke hilir, mulai dari pengelolaan pasar, kenyamanan, hingga kebijakan retribusi. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di Pasar Bauntung.
BACA JUGA: Harga Tiket Nonton Barito Putera vs PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo 31 Januari 2026
”Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki fasilitas, serta merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada pedagang,” paparnya lebih jauh.
Selain itu, DPRD Banjarbaru mendorong pemerintah kota mencari solusi strategis agar pasar tradisional kembali ramai, baik melalui pengaturan jam operasional, sistem pengelolaan pasar, maupun kebijakan lain yang mendukung pedagang.
“Pasar tradisional adalah ruang ekonomi rakyat yang harus tumbuh dan berkembang. Ini menjadi PR yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru,” pungkas Nurkhalis. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu