Arpan memilih bersikap dewasa dan tidak menanggapi provokasi tersebut. Sayangnya, sikap diam itu tidak meredam amarah MY. Secara tiba-tiba, siswa tersebut melancarkan serangan fisik dengan memukul wajah Arpan berulang kali hingga menyebabkan luka serius.
Dalam video yang kemudian beredar luas, Arpan tampak bertelanjang dada sambil menempelkan tisu yang sudah berlumuran darah ke wajahnya. Luka robek terlihat jelas di bagian alis kanan, disertai memar lebam di sekitar mata akibat pukulan bertubi-tubi.
Respon Polisi
Pihak kepolisian setempat membenarkan adanya insiden penganiayaan tersebut. Kasus ini saat ini telah ditangani oleh aparat Polres Luwu Utara.
Polisi menyatakan telah memanggil sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Polisi juga memastikan proses hukum akan berjalan sesuai aturan, termasuk mempertimbangkan status pelaku yang masih berusia di bawah umur.
Sorotan Dunia Pendidikan
Kasus ini kembali membuka diskusi publik mengenai keamanan guru di lingkungan sekolah. Banyak pihak mendesak agar perlindungan terhadap tenaga pendidik lebih diperkuat, termasuk penegakan aturan disiplin di sekolah.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak lagi terulang dan sekolah menjadi tempat yang aman bagi guru maupun siswa.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







