Selain itu, rapat juga membahas kemungkinan kembali dilaksanakannya kegiatan pendukung seperti buka puasa bersama secara bergiliran di lokasi Pasar Wadai, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Apakah nanti masih ada kegiatan seperti buka puasa bersama secara bergiliran di lokasi, itu juga masih kita matangkan. Setelah semua mendekati final, baru akan kita sampaikan kepada Bapak Gubernur,” kata Iwan.
Terkait perbedaan pelaksanaan Pasar Wadai Ramadan 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, Iwan Fitriadi menyebutkan bahwa hingga rapat kedua ini belum ada perubahan signifikan, termasuk kolaborasi dengan kegiatan Halal Fair yang kembali direncanakan seperti tahun lalu.
Namun demikian, Pemerintah Kota Banjarmasin disebut memiliki rencana untuk meningkatkan konsep Pasar Wadai menjadi sebuah festival atau pameran berskala lebih besar.
“Pemko Banjarmasin menginformasikan bahwa tahun ini konsepnya akan ditingkatkan menjadi festival atau Ramadan Fair, bahkan diarahkan menjadi semacam Expo Ramadan. Kuliner tetap menjadi utama, tetapi akan ditambah dengan stan-stan penunjang kegiatan expo agar lebih meriah dan naik kelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, masukan dari para peserta rapat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan konsep kegiatan Pasar Wadai Ramadan 2026 agar dapat memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang lebih besar.
“Rapat ini memang kita manfaatkan untuk menjaring masukan sebanyak-banyaknya dari peserta. Harapannya, Pasar Wadai Ramadan 2026 bisa lebih meriah dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

