“Saya disuruh berdiri satu kaki. Terus ditonjok di bahu, disabet pakai selang, ditendang pakai sepatu sama tentara,” ungkapnya.
Bahkan, ia mengaku hampir dipaksa meminum air kotor. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam hingga Sudrajat kini takut kembali berjualan.
Aparat Minta Maaf, Es Dinyatakan Aman
Pasca-viral, dua aparat yang terlibat, yakni anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, dan anggota Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Heri, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah hasil uji laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat memastikan es yang dijual Sudrajat aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang beredar luas,” ujar keduanya dalam pernyataan video.
Mereka menyebut tindakan tersebut merupakan respons cepat atas laporan warga yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya. Namun, aparat mengakui telah menarik kesimpulan terlalu dini tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari instansi berwenang.
“Kami seharusnya melakukan klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi ke masyarakat,” ujarnya.
Secara khusus, mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada Sudrajat.
“Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik Bapak Sudrajat,” ucap mereka.
Meski telah ada permintaan maaf, Sudrajat mengaku masih mengalami ketakutan dan trauma akibat perlakuan yang diterimanya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

