Menambah bumbu drama, Persipura kini ditangani Rahmad Darmawan, mantan pelatih Barito Putera. Sosok yang paham betul karakter, kebiasaan, dan kekuatan mantan klubnya.
Stadion 17 Mei dan Rindu yang Tak Pernah Padam
Namun, laga ini lebih dari sekadar taktik dan statistik.
Bagi masyarakat Banua, Stadion 17 Mei adalah kenangan. Tentang ayah yang menggandeng anaknya ke tribun, tentang ibu yang menunggu di luar stadion, tentang teriakan, tawa, dan air mata.
Komentar netizen pun membanjiri media sosial:
“Alhamdulillah akhirnya bulik ke rumah 💛💛”
“Merinding 🔥😍”
“Akhirnya bulik ke stadion penuh kenangan…”
“INI KANDANG KITA! 🔥💛”
“Kuningkan 17 Mei!”
Ada yang tertawa, ada yang menangis, ada yang mengenang orang tua yang dulu menemani menonton di stadion yang sama.
Stadion 17 Mei kini bukan hanya direnovasi secara fisik, tetapi juga dihidupkan kembali oleh rindu.
Kuningkan 17 Mei, Ini Rumah Kita
Sabtu sore nanti, ribuan pasang mata akan kembali menatap lapangan yang pernah menjadi bagian hidup mereka. Barito Putera bukan hanya membawa target tiga poin, tetapi juga membawa pulang identitas.
Dan saat peluit pertama dibunyikan, yang bergemuruh bukan hanya suara suporter, melainkan juga perasaan pulang yang selama ini tertahan.
Stadion 17 Mei siap menjadi saksi:
Barito Putera telah kembali ke rumah.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
