“WELCOME HOME!” Barito Putera Kembali Menggetarkan Stadion 17 Mei, Lawan Persipura Jadi Harapan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Stadion 17 Mei bukan sekadar bangunan beton dan rumput hijau. Ia adalah rumah, saksi sejarah, dan tempat ribuan mimpi pernah diteriakkan. Sabtu, 17 Januari 2026, rumah itu kembali berdenyut.

Setelah terakhir kali dimainkan pada 2018, Laskar Antasari akhirnya “bulik” ke kandangnya sendiri. Bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk pulang.

“Welcome Home, 17 Mei Banjarmasin,” begitu kalimat sederhana yang kini menggema di media sosial, mengundang merinding, haru, dan rindu yang tertahan selama bertahun-tahun.

Stadion 17 Mei bukan sekadar bangunan beton dan rumput hijau. Ia adalah rumah, saksi sejarah, dan tempat ribuan mimpi pernah diteriakkan. Sabtu, 17 Januari 2026, rumah itu kembali berdenyut.(@psbaritoputeraofficial)

Pada pukul 16.30 Wita, Barito Putera akan menjamu Persipura Jayapura dalam partai big match pekan ke-15 Championship. Duel ini bukan sekadar laga biasa. Ada aroma balas dendam, ada perebutan takhta klasemen Grup Timur, dan ada kisah pulang yang tak tergantikan.

Aroma Dendam dan Perebutan Puncak

Barito Putera datang sebagai pemuncak klasemen Grup Timur dengan 35 poin dari 15 laga. Persipura Jayapura menguntit di peringkat ketiga dengan 32 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Pada pertemuan pertama, Barito harus mengakui keunggulan Persipura dengan skor tipis 0-1 di Jayapura. Kekalahan itu masih membekas. Kini, di rumah sendiri, Laskar Antasari bertekad membalas.

Namun, misi itu jelas tidak mudah.

Persipura tetaplah Persipura. Tim Mutiara Hitam dikenal dengan fighting spirit tinggi, kecepatan, serta skill individu di atas rata-rata. Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, dan Jeam Kelly Sroyer siap menjadi ancaman serius bagi lini belakang Barito.

Stadion 17 Mei bukan sekadar bangunan beton dan rumput hijau. Ia adalah rumah, saksi sejarah, dan tempat ribuan mimpi pernah diteriakkan. Sabtu, 17 Januari 2026, rumah itu kembali berdenyut.(@psbaritoputeraofficial)

Absennya Fabiano Beltrame akibat kartu merah membuat beban Renan Alves semakin berat di jantung pertahanan. Di depan, masih ada pengalaman Boaz Salossa dan kejutan dari legiun Brasil, Matheus Vieira da Silva, yang kerap muncul tanpa aba-aba untuk merobek pertahanan lawan.

Baca Juga :   Jelang Haul ke-6 Guru Zuhdi, Jalur Angkutan Barang ke Kota Banjarmasin Dialihkan

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca