WARTABANJAR.COM, BARABAI – Di balik hamparan lahan seluas 0,6 hektare di Desa Jatuh, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tumbuh harapan baru bagi ekonomi desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Partala kini berhasil membuktikan bahwa pertanian modern bisa menjadi sumber kemandirian, lewat budidaya melon dari tiga varietas unggulan.
Melalui penyertaan modal dari Pemerintah Desa, BUMDes Partala mengembangkan berbagai unit usaha produktif, mulai dari peternakan biri-biri, sapi, hingga sektor perkebunan. Salah satu yang paling menjanjikan adalah budidaya melon.
Tiga varietas yang dibudidayakan yakni melon sky, melon rock, dan melon golden. Penanaman dimulai sejak awal November 2025. Memasuki Januari 2026, tanaman tersebut sudah dua kali dipanen dengan total produksi mencapai sekitar empat ton.
Ketua BPD sekaligus tenaga ahli mandiri, Muhammad Hairani, menyebut hasil tersebut sebagai capaian yang cukup membanggakan untuk skala desa.
“Produksi cukup baik, tetapi pemasaran masih bergantung pada tengkulak karena keterbatasan akses pasar,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Jatuh, Selasa (13/1/2026).
Hairani menjelaskan, setiap jenis melon memiliki karakter tersendiri. Melon golden berkulit kuning membutuhkan perawatan ekstra di lahan terbuka. Melon rock dengan daging buah oranye lebih adaptif dan memiliki peminat tinggi. Sementara melon sky menjadi varietas paling mudah dibudidayakan.
“Melon sky dagingnya putih, rasanya manis, dan cocok untuk lahan terbuka. Ini yang paling ramah bagi petani pemula,” jelasnya.
Seluruh bibit melon didatangkan melalui pembelian daring. Meski hasil panen tergolong menjanjikan, persoalan pemasaran masih menjadi tantangan utama. Hingga kini, BUMDes Partala masih mengandalkan pihak ketiga, sehingga nilai jual belum sepenuhnya optimal bagi desa.







