Meski diakui sebagai persoalan yang hampir terjadi setiap tahun, Menteri PU menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu solusi strategis yang telah direncanakan adalah pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai pengendali banjir jangka panjang.
“Perencanaan bendungan sebenarnya sudah lama. Kendala lahan yang sempat muncul sudah kami selesaikan pada akhir 2024. Mudah-mudahan tahun ini pekerjaan fisiknya bisa segera dimulai,” katanya.
Ia menargetkan pembangunan Bendungan Riam Kiwa dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun, bahkan diupayakan dipercepat menjadi dua tahun.
“Dengan beroperasinya bendungan tersebut, Menteri PU optimistis sekitar 70 persen potensi banjir di kawasan ini dapat teratasi,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pun menyatakan kesiapan untuk bersinergi dan mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir demi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu







