Aksi Heroik Satpol PP Tanah Laut Terobos Banjir, Rela Basah dan Lelah Demi Pastikan Warga Tak Kelaparan
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Sosok Satpol PP tak lagi sekadar identik dengan penegakan peraturan daerah. Di tengah bencana banjir yang melanda Kecamatan Bati-Bati, Kurau, dan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, jajaran Satpol PP dan Damkar Tanah Laut justru tampil sebagai garda kemanusiaan di garis depan.
Sabtu (10/1/2026), puluhan personel Satpolppdk Tanah Laut terlihat menembus genangan banjir demi satu tujuan mulia: memastikan warga terdampak tetap bisa makan dan mendapatkan air bersih.
Dengan seragam basah kuyup, mereka menyusuri pemukiman yang masih terendam. Fokus mereka tak lagi pada penertiban, melainkan pada penyelamatan kebutuhan dasar warga.
Terobos Banjir Demi Air Bersih dan Makanan
Sejak pagi hari, armada truk tangki air milik Satpolppdk dikerahkan tanpa henti untuk menyuplai air bersih ke wilayah yang sumur warganya tercemar luapan banjir. Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat yang masih bertahan di rumah.
Tak hanya itu, paket makanan siap santap juga dibagikan langsung dari pintu ke pintu kepada warga yang kesulitan keluar rumah.
Narasumber lapangan, Danoe Sulaiman, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin ada satu pun warga yang terabaikan dalam kondisi darurat ini.
“Kami kerahkan puluhan personel sejak pagi. Fokus utama kami sekarang bagaimana kebutuhan dasar warga terpenuhi. Air bersih terus kami suplai karena banyak sumur warga yang sudah tidak layak pakai akibat banjir,” ujarnya.
Dari Lapangan ke Dapur Umum
Dedikasi personel Satpolppdk tidak berhenti di lapangan. Di Posko Dapur Umum Dinas Sosial Tanah Laut, mereka ikut turun langsung membantu relawan memasak, mengemas, hingga menyalurkan ribuan porsi nasi untuk warga terdampak.
Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dan solidaritas bisa mengalahkan sekat tugas dan seragam.
Tetap Siaga Meski Air Mulai Surut
Meski di beberapa titik debit air mulai menunjukkan penurunan, Satpolppdk Tanah Laut memastikan kesiapsiagaan tetap maksimal. Ancaman banjir susulan masih mengintai seiring tingginya curah hujan.