Wapres Gibran Tinjau SDN Ju'uh Balangan, Fasilitas Rusak Akan Diganti
WARTABANJAR.COM, BALANGAN - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung lokasi Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, lokasi pascabanjir bandang.
Dalam pemaparan Bupati Balangan Abdul Hadi, disampaikan dampak banjir bandang, langkah tanggap darurat yang telah dilakukan, serta berbagai kebutuhan lanjutan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Rangkaian peninjauan kemudian dilanjutkan ke SD Negeri Ju’uh. Di sekolah ini, Wapres Gibran melihat langsung proses pembersihan ruang kelas dan fasilitas sekolah yang terdampak banjir.
Baca Juga Kedatangan Wapres Gibran di Sungai Tabuk Dihadiahi Anak-anak Gambar Wajahnya dan Puisi
Ia juga meninjau kondisi sarana penunjang pembelajaran, seperti laptop, komputer, iPad, dan smart TV yang mengalami kerusakan.
Di sela peninjauan, Wapres Gibran menyempatkan diri berdialog dengan pihak sekolah dan warga sekitar. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
“Yang paling penting, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman. Fasilitas yang rusak harus segera kita pulihkan,” ujar Wapres.
Menurutnya pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penyaluran bantuan pada masa transisi pascabencana, agar dukungan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Silakan terus berkoordinasi, terutama untuk kebutuhan bantuan di masa transisi,” imbuhnya.
Selain meninjau fasilitas pendidikan, Wapres Gibran juga mengunjungi lokasi aliran sungai yang terdampak banjir bandang. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
“Sungainya perlu dinormalisasi agar ke depan tidak terjadi banjir bandang lagi,” tegas Wapres.
Sebagai informasi, banjir bandang di Kabupaten Balangan terjadi akibat luapan Sungai Pitap di Kecamatan Tebing Tinggi yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana ini berdampak pada 4.289 kepala keluarga atau sekitar 13.825 jiwa di 34 desa dan 6 kecamatan. Tercatat pula kerusakan rumah warga, dengan rincian 210 unit rusak ringan, 189 unit rusak sedang, dan 48 unit rusak berat.