Selain itu, banyak pepohonan tumbang di dalam kampung, akibat kuatnya arus banjir bandang.
Tidak hanya itu, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian dapur yang rusak berat. Rumah tersebut diketahui milik seorang warga bernama Fadli.
Fadli menuturkan, saat banjir melanda dirinya masih dalam kondisi tertidur. Ia sempat mendengar suara ketukan pintu, namun ketika dibuka, air justru langsung masuk ke dalam rumah.
“Air mulai kira-kira pukul lima pagi, waktu itu saya masih tidur. Sepeda motor masih berada di luar rumah dan sudah hampir tenggelam,” ujar Fadli.
Melihat kondisi air yang terus naik, Fadli segera menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan sebelum rumahnya terendam lebih parah.
Seiring berjalannya waktu, bantuan mulai berdatangan ke Desa Langkap dari berbagai pihak.
Bantuan tersebut antara lain berasal dari BPBD Kabupaten Balangan, BEM Humaniora Universitas Sapta Mandiri bersama SBC (Sahabat Balangan Center), KNPI Gekrafs, Aksi Balangan, BPK Berkat Sidin, KPA–BRB (Bara Rimba Borneo), Relawan Amuntai, Palang Merah SMAN 1 Awayan, Kementerian Sosial RI, bantuan open donasi masyarakat, hingga Relawan Rumah Zakat Banjarmasin yang membuka dapur umum. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







