Berdasarkan data Lazis ASFA, total terdapat 1.615 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di delapan desa. Dari jumlah tersebut, tercatat 49 rumah rusak berat dan 118 rumah rusak sedang.
Untuk tahap awal, penyaluran bantuan diprioritaskan di Desa Gunung Batu. Di desa ini, tercatat 198 KK terdampak, dengan tiga rumah rusak berat dan tujuh rumah rusak sedang.
Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp900.000 per KK. Sudian menyebut nominal tersebut mengacu pada skema bantuan sosial pemerintah pusat, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan.
“BLT Kesejahteraan dari Presiden nilainya Rp900 ribu untuk tiga bulan. Bahkan sebelum kejadian banjir ini, program tersebut sudah ada sebagai bentuk antisipasi pemerintah,” jelasnya.
Menurut Sudian, bantuan tunai dinilai lebih fleksibel untuk menjawab kebutuhan warga pascabencana, terutama kebutuhan pribadi yang tidak tercakup dalam bantuan logistik.
“Kalau untuk makan, sembako, dan dapur umum sudah disiapkan pemerintah daerah. Tapi pascabencana, kebutuhan warga itu beragam,” ujarnya.
Ia mencontohkan kebutuhan lansia dan balita yang sering luput dari bantuan umum. “Masih banyak lansia yang membutuhkan popok dewasa, obat-obatan tertentu, atau kebutuhan balita. Hal-hal seperti itu tidak selalu tersedia dalam bantuan pemerintah,” kata Sudian.
Melalui bantuan tunai ini, Lazis ASFA berharap warga terdampak banjir bandang Balangan dapat lebih leluasa memenuhi kebutuhan mendesak sesuai. (Wartabanjar.com/rilis)
Editor Restu







