WARTABANJAR.COM – Sebuah taruhan nekat yang dibuat pada 1998 berubah menjadi perjalanan hidup luar biasa. Karl Bushby, pria asal Inggris, bertekad berjalan kaki dari ujung selatan Amerika Selatan hingga kembali ke kampung halamannya di Hull, Inggris. Awalnya, perjalanan ini diperkirakan selesai dalam 12 tahun. Kenyataannya, misi tersebut kini telah berlangsung selama 27 tahun.

Selama hampir tiga dekade, Bushby telah menempuh jarak sekitar 31.000 mil, melintasi empat benua dan 25 negara. Ia berjalan melewati gurun tandus, pegunungan ekstrem, wilayah konflik, hingga melakukan aksi yang nyaris mustahil: menyeberangi Selat Bering dengan berjalan di atas es laut yang terus bergerak.

Bushby menjalani perjalanan ekstrem ini dengan dua aturan mutlak yang tak pernah ia langgar. Pertama, tidak menggunakan transportasi bermotor dalam bentuk apa pun. Kedua, tidak boleh pulang sebelum benar-benar tiba dengan kaki sendiri. Prinsip inilah yang membuat perjalanannya menjadi salah satu ekspedisi berjalan kaki terpanjang dan paling ekstrem di dunia.

Tantangan terberat datang pada 2013 ketika Rusia melarangnya masuk selama lima tahun. Bukannya menyerah, Bushby justru berjalan lebih dari 3.000 mil menuju Kedutaan Besar Rusia di Washington DC untuk mengajukan banding. Upaya itu membuahkan hasil, dan larangan tersebut akhirnya dicabut.

Pada 2024, rintangan baru kembali menghadang. Jalur darat menuju Eropa tertutup akibat situasi geopolitik di Iran dan Rusia. Tanpa ragu, Bushby mengambil keputusan ekstrem lainnya: berenang menyeberangi Laut Kaspia sejauh 288 kilometer selama 31 hari, meski ia bukan seorang perenang profesional.

Kini, di usia 56 tahun, Karl Bushby berada di Hungaria, hanya sekitar 932 mil dari kampung halamannya di Inggris. Ia memulai perjalanan ini saat berusia 29 tahun dan diperkirakan akan menuntaskan misinya pada September 2026.

Dari perjalanan panjang yang hampir mustahil ini, Bushby menarik satu pelajaran sederhana namun kuat: dunia akan selalu membantu mereka yang terus melangkah, satu langkah demi satu langkah, tak peduli seberapa lama jalannya. Setelah 27 tahun, ia akhirnya hampir sampai di rumah.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad