PERNYATAAN KERAS JAKSA AGUNG! Burhanuddin Ancam Pecat Jaksa Tak Bermoral demi Marwah Kejaksaan
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap aparat penegak hukum yang tidak berintegritas. Dalam sebuah pernyataan yang menuai perhatian luas, Burhanuddin menegaskan tidak akan ragu menyingkirkan jaksa yang melanggar komitmen moral dan integritas, meski keputusan itu terasa berat secara pribadi.
Ia mengakui bahwa menghukum anak buah maupun mitra kerja bukanlah hal mudah baginya. Namun, menurut Burhanuddin, langkah tegas tetap harus diambil demi menjaga kehormatan dan kebesaran institusi Kejaksaan.
“Menghukum anak buah itu berat bagi saya. Tetapi demi marwah institusi ini, saya tidak akan ragu melakukannya,” tegas Burhanuddin saat menutup Diklat Pembentukan Jaksa Angkatan LXXXII Gelombang II Tahun 2025, Rabu, 22 Oktober 2025 lalu.
Jaksa Agung juga menekankan bahwa Kejaksaan tidak membutuhkan aparat yang hanya cerdas secara intelektual, tetapi miskin moral.
“Saya tidak butuh jaksa yang pintar tapi tidak bermoral. Yang saya butuhkan adalah jaksa yang cerdas dan berintegritas,” ujarnya dengan nada serius.
Burhanuddin menegaskan bahwa kecerdasan tanpa moral justru berbahaya bagi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, integritas menjadi syarat mutlak bagi setiap jaksa yang ingin tetap berada di tubuh Kejaksaan.
Ia pun mengingatkan seluruh jajaran agar memegang teguh janji dan komitmen yang telah diucapkan.
“Ingat janji kalian. Jika kalian mencederai apa yang saya sampaikan, mencederai komitmen kalian sendiri, tunggu saja,” kata Burhanuddin.
Dengan nada keras, Jaksa Agung menutup pernyataannya dengan ultimatum tegas.
“Saya tidak akan ragu melempar kalian keluar dari institusi ini,” pungkasnya.
Seperti Diketahui OTT KPK jelang berakhirnya 2025 ini berlangsung di Banten dan Jakarta, di Kalimantan Selatan, dan di Kabupaten Bekasi.
OTT di Banten dan Jakarta
Pertama, ada kabar OTT KPK di Banten, Kamis (18/12/2024). OTT itu sendiri dilakukan pada Rabu (17/12/2025) malam, lokasinya tak hanya di Banten tapi juga ada di Jakarta.
Sembilan orang diamankan KPK dari OTT itu, sebagian di antaranya adalah aparat penegak hukum.