WARTABANJAR.COM, BARABAI- Aksi penyelamatan balita yang terjebak di bawah mobil di Kecamatan Batumandi, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (15/12/2025) sore, berlangsung dramatis.

Detik-detik evakuasi tersebut diceritakan langsung oleh Bripda Muhammad Tamsa Perdana, anggota Sihumas Polres HST, yang pertama kali memberikan pertolongan di lokasi kejadian.

Menurut keterangan Bripda Tamsa, peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.

Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang menuju Barabai usai menghadiri pemakaman neneknya di Desa Bungur, Kabupaten Balangan.

Dalam perjalanan melintasi Jalan A Yani, Desa Hamparaya, Kecamatan Batumandi, Bripda Tamsa melihat sebuah mobil dalam kondisi tidak biasa dari kejauhan.

Curiga telah terjadi kecelakaan, ia pun langsung menghentikan kendaraan dan menghampiri lokasi.

“Waktu saya sampai, kecelakaan sudah terjadi. Saya melihat seorang ibu tergeletak di dekat kolong mobil dan meminta tolong,” ungkap Bripda Tamsa kepada wartabanjar.com, Selasa (16/12/2025).

Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil warna putih yang dikemudikan seorang perempuan dan sepeda motor Honda Scoopy hitam yang ditumpangi seorang ibu bersama anaknya.

Benturan menyebabkan sepeda motor terseret hingga masuk ke bawah kolong mobil.

Awalnya, Bripda Tamsa hanya melihat korban orang dewasa.

Ia mengira di bawah mobil hanya terdapat ibu itu, namun saat memperhatikan lebih dekat, ternyata ada korban lainnya yaitu seorang anak kecil di bagian bawah kendaraan.

“Saya baru sadar ada anak kecil setelah melihat ke bawah. Awalnya suara balita tidak terdengar, yang terdengar hanya suara ibu itu,” jelasnya.

Tanpa menunggu lama, Bripda Tamsa bersama warga sekitar dan anggota Koramil Batumandi berupaya mengangkat mobil.

Saat kendaraan sedikit terangkat, ia langsung tiarap dan masuk ke bawah kolong mobil.

Dengan posisi tubuh di antara kaki anggota Koramil, Bripda Tamsa perlahan menarik balita tersebut yang masih tersangkut di bawah kendaraan.

Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian karena kondisi korban yang rentan.