WARTABANJAR.COM, PROVIDENCE – Aparat kepolisian Amerika Serikat akhirnya menahan seorang tersangka terkait penembakan mematikan di Brown University, Providence, Rhode Island. Insiden yang mengguncang kampus elite Ivy League itu menewaskan dua orang dan melukai sembilan korban, memicu kepanikan luas di lingkungan akademik.
Wali Kota Providence, Brett Smiley, mengonfirmasi penahanan satu person of interest pada Minggu (14/12/2025) pagi waktu setempat. Meski telah diamankan, sosok tersebut belum secara resmi didakwa, namun diyakini memiliki keterkaitan kuat dengan insiden penembakan.
Pihak Kepolisian Providence memastikan situasi telah terkendali. Kolonel Polisi Oscar Perez menegaskan bahwa aparat tidak memburu pelaku lain. Penyelidikan kini difokuskan pada pendalaman motif serta rangkaian peristiwa penembakan.
Detik-Detik Mencekam Penembakan di Brown University
Aksi penembakan terjadi pada Sabtu sore (13/12/2025) sekitar pukul 16.00 waktu setempat di Gedung Teknik Barus and Holley, salah satu fasilitas utama Brown University. Saat kejadian, gedung tersebut tengah digunakan untuk pelaksanaan ujian tengah semester, membuat situasi semakin genting.
Pihak universitas segera mengirimkan peringatan darurat kepada mahasiswa dan staf, menginstruksikan mereka untuk mengunci diri dan menjauh dari area berbahaya. Suasana kampus berubah mencekam dalam hitungan menit.
Seorang mahasiswa, Chiangheng Chien, menceritakan bagaimana dirinya bersama rekan-rekannya bersembunyi di laboratorium. Setelah menerima peringatan penembak aktif, mereka mematikan lampu, mengunci pintu, dan menunggu dalam keheningan hingga polisi datang.

