WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Lagi-lagi, genangan air merendam Jalan Kelayan B sejak malam Minggu hingga Rabu (10/12/2025). Air yang terus naik hingga setinggi lutut warga membuat aktivitas sehari-hari lumpuh, jalan jadi licin, dan warga harus ekstra hati-hati melintasi kawasan tersebut.

Yudi, warga setempat, mengungkapkan frustrasinya. Menurutnya, banjir pasang seperti ini sudah menjadi langganan tahunan.

“Ini sudah berulang terus tiap tahun. Setiap malam air naik, sampai membuat repot semua orang,” ujar Yudi dengan nada kesal.

Puncak pasang biasanya terjadi sekitar pukul 02.00 WITA, tapi air turun sangat lambat. Bahkan, beberapa malam sebelumnya, air tampak “tak mau surut”, memperparah kondisi jalan dan permukiman.

Kawasan ini berada di dataran rendah, sehingga mudah tergenang. Saluran air yang tersumbat sampah dan sedimentasi, ditambah sungai yang sudah lima tahun tak dikeruk, membuat air semakin meluap masuk ke permukiman warga.

“Kalau sungai dangkal dan got penuh sampah, jelas air makin parah. Sekarang sampai ke lutut orang, apalagi di dalam gang,” kata Yudi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dengan membersihkan got dan melakukan pengerukan sungai agar genangan tahunan ini tidak terus berulang.

“Mohon pemerintah bersihkan got-got di sini. Sampah menumpuk, banjir jadi tidak terkendali,” harapnya.

Genangan tahunan di Jalan Kelayan B bukan hanya gangguan, tapi juga ancaman keselamatan, terutama saat malam hari dan puncak pasang. Warga diimbau tetap waspada dan menghindari kawasan rawan banjir saat pasang tinggi.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur_muhammad