WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Umat Hindu di Banjarmasin melaksanakan Sembahyang Hari Raya Galungan di Pura Agung Jagat Natha, Rabu (19/11/2025).
Upacara berlangsung khidmat dan penuh kekhidmatan, dihadiri umat dari Banjarmasin dan sekitarnya.
Wakil Ketua Pengurus Pura, Made Supana, menjelaskan makna Galungan sebagai momentum kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan).
“Hari ini kita merayakan Hari Raya Galungan. Galungan dirayakan setiap 210 hari berdasarkan perhitungan kalender Hindu, tepatnya pada Rabu Kliwon Dungulan,” ujar Made.
Ia juga menerangkan rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 25 hari sebelum hari puncak, yang dikenal dengan Tumpak Pengatag.
Pada rangkaian itu, umat memberikan penghormatan kepada tumbuhan dan hewan sebagai bentuk syukur dan harapan agar hasil alam dapat dipersembahkan pada Galungan.
“Senin kemarin merupakan hari penyajian, saat manusia diuji oleh sifat-sifat buruk karena turunnya Sangkala Tiga.
Selasa diperingati sebagai Penampahan Galungan, yang secara simbolis memotong hewan seperti babi, melambangkan memotong sifat malas dan buruk dalam diri,” jelas Made.
Made menambahkan, Galungan menjadi simbol keberhasilan manusia mengendalikan diri serta mengalahkan sifat Adharma.
“Hari ini kita rayakan kemenangan itu. Semoga kehidupan ke depan lebih harmonis,” ujarnya.
Made juga menyampaikan pesan khusus kepada umat. “Semoga kebaikan datang dari segala arah. Semoga alam semesta selalu harmonis, damai, damai, dan damai,” tutupnya.
Sementara itu, sejumlah umat, Eka, Gita, dan Marsha mengaku suasana Galungan tahun ini terasa lebih meriah.

