Video Sekolah Ambruk Bikin Geger! Guru Bulukumba Malah Dipanggil Dinas Pendidikan Disuruh Minta Maaf ke Publik
WARTABANJAR.COM, BULUKUMBA – Sebuah rekaman yang menampilkan atap dan plafon SDN 156 Kalukubodo ambruk mendadak menyebar luas dan mengundang gelombang reaksi publik. Namun sorotan tidak berhenti pada kondisi bangunan—guru yang merekam momen itu justru tampil meminta maaf hingga memicu diskusi panas di kalangan warganet.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Andi Buyung Saputra, mengungkapkan bahwa guru yang bersangkutan dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Menurutnya, terdapat bagian narasi dalam video yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Hasil klarifikasi menunjukkan adanya informasi yang kurang tepat. Di video terlihat seolah ruang itu dipakai belajar dan membahayakan murid, padahal sudah lama tidak digunakan,” ujarnya, Jumat (15/11/2025).
Ia menegaskan bahwa permintaan maaf yang disampaikan guru tersebut muncul atas keinginannya sendiri, tanpa tekanan dari siapa pun.
“Tidak ada pemaksaan. Beliau membuat klarifikasi dengan narasinya sendiri, itu hak sepenuhnya,” katanya.
Buyung menambahkan, satgas daerah turut turun mengecek lokasi dan memastikan bangunan itu memang sudah ditutup selama satu tahun terakhir karena berisiko. Guru yang merekam kejadian akhirnya memahami bahwa narasi awalnya mengandung kekeliruan.
Peristiwa ambruknya atap terjadi pada Selasa (11/11). Ruang kelas yang rubuh itu tampak kosong tanpa meja kursi. Menurut Disdikbud, cuaca berangin kencang menjadi penyebab utama kerusakan.
“Atap itu roboh karena angin kencang, dan pihak sekolah sudah melaporkan kondisi cuaca saat kejadian,” jelas Buyung.
Ruang kelas tersebut sebenarnya sudah diajukan untuk revitalisasi sejak tahun lalu, tetapi pengajuan belum bisa diproses karena ada persyaratan yang belum lengkap. Disdikbud memastikan ruang tersebut kemungkinan besar akan masuk daftar perbaikan tahun ini mengingat kerusakannya makin parah.
Dalam video yang viral, potongan seng dan lembaran kalsiboard tampak berserakan di lantai. Guru terdengar menyebut plafon “nyaris menimpa siswa” dan mendesak pemerintah kabupaten segera turun tangan—narasi yang kemudian ia revisi setelah klarifikasi.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad