Kronologi Truk Solar Maut Hantam Pasar Tewaskan 12 Orang! Sebelumnya Tabrak Carry dan Deretan Kios
WARTABANJAR.COM, PURWOREJO – Pagi yang seharusnya tenang di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, mendadak berubah menjadi mimpi buruk pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 05.10 WIB. Sebuah truk bermuatan solar melaju tak terkendali dari arah Magelang dan menghantam deretan kios Pasar Kalijambe, menewaskan 12 orang di tempat.
Menurut informasi warga, truk berukuran besar itu terlihat meluncur kencang dari arah jalur turunan yang memang dikenal rawan kecelakaan, terutama untuk kendaraan bertonase berat. Dugaan awal, kendaraan tersebut mengalami rem blong sehingga pengemudi tak mampu menahan laju truk.
Di saat bersamaan, sebuah mobil Carry sedang melakukan bongkar muatan bawang merah di area pasar. Hanya dalam hitungan detik, truk tersebut menghantam mobil Carry lalu terus melaju, menyapu bersih deretan kios dan warung yang mulai ramai seusai salat Subuh.
Detik-Detik Truk Terguling
Benturan keras membuat truk bermuatan solar itu terguling dan menutup sebagian badan jalan. Puluhan warga yang berada di sekitar lokasi terkejut dan berlarian menyelamatkan diri. Sejumlah warung hancur berantakan, barang dagangan berserakan, dan suasana berubah kacau.
Para saksi mata menyebutkan suara hantaman terdengar sangat keras, diikuti teriakan panik warga pasar yang tak sempat menghindar.
Tak lama setelah kejadian, Tim Damkar Kabupaten Purworejo, BPBD, Polres Purworejo, serta relawan langsung tiba di lokasi. Mereka melakukan evakuasi korban di tengah puing-puing kios yang hancur. Proses evakuasi berlangsung dramatis, menyusuri reruntuhan warung yang sebelumnya ramai aktivitas pagi.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban meninggal dunia mencapai 12 orang, sementara beberapa lainnya mengalami luka berat dan ringan. Polisi sudah memasang garis pembatas dan masih melakukan penyelidikan terkait kondisi kendaraan serta keterangan sopir.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintasi jalur menurun Purworejo–Magelang yang dikenal rawan. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi keselamatan jalan untuk mencegah tragedi serupa terulang.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad