Kepala SPPG Yayasan Tahfidz Miftah Firdausy, Ikhsan Rafi Fauzi, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan agar kejadian serupa tak terulang.
“Kami akan memperketat SOP dalam setiap tahap pengolahan makanan. Sebelum beroperasi kembali, semua sertifikasi dan hasil pemeriksaan dari kepolisian akan kami pastikan lengkap,” tegasnya.
DPRD juga mendorong Pemkot Banjarmasin untuk ikut melakukan evaluasi terhadap sistem kerja SPPG, termasuk jumlah sekolah yang ditangani dan jam operasional dapur.
Sebagai informasi, SPPG Miftah Firdausy melayani delapan sekolah — empat SD dan empat SMP — dengan total lebih dari 3.300 siswa setiap hari. Keputusan pembukaan kembali dapur akan diambil setelah hasil laboratorium resmi keluar dan dinyatakan aman.(Wartabanjar.com/Ramadan)
editor: nur muhammad







