WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Belakangan, warga Banjarmasin dihebohkan dengan fenomena motor brebet-brebet usai mengisi BBM jenis Pertalite. Isu yang ramai di media sosial ini memunculkan dugaan bahwa Pertalite tercampur air, membuat banyak pengendara resah dan was-was saat mengisi bahan bakar.

Namun, dua SPBU di kawasan Jalan Lingkar Dalam Banjarmasin langsung angkat bicara dan menepis dugaan tersebut. Mereka memastikan kualitas BBM di SPBU aman dan sesuai standar Pertamina.

SPBU 64701015 Pastikan Kualitas BBM Terjamin

Dikonfirmasi oleh wartawan WartaBanjar.com, Rahman, pengelola SPBU 64701015, menegaskan bahwa uji kualitas bahan bakar dilakukan secara rutin mulai dari truk tangki hingga ke tangki penyimpanan di SPBU.

“Selalu dilakukan pengecekan. Dari tangki, kami buka kran bawah untuk ambil sampel. Kalau ada air pasti langsung ketahuan, karena air selalu berada di bawah,” jelas Rahman.
“Begitu juga di penampungan SPBU, kami cek sampai ke mesin pompa pengisian. Jadi kami pastikan kualitas BBM di tempat kami sudah sesuai standar.”

Rahman juga menegaskan, meskipun fenomena “Pertalite brebet” ramai di masyarakat, tidak ada laporan atau temuan BBM tercampur air di SPBU-nya.

“Sampai saat ini, tidak ada keluhan dari pembeli,” tambahnya.

SPBU 63701002: “Kami Siap Tanggapi Keluhan Pelanggan”

Sementara itu, Tata, operator SPBU 63701002, yang juga berlokasi di Jalan Lingkar Dalam, menyampaikan hal senada. Ia menegaskan kualitas BBM selalu dipantau ketat, dan tidak ada indikasi pencampuran air.

“Kami rutin melakukan pemeriksaan. Kualitas BBM aman saja,” ujarnya.
“Kalau ada keluhan pelanggan, kami siap layani. Tapi sejauh ini, belum ada laporan sama sekali.”

Fenomena “Pertalite brebet” ini mencuat di berbagai daerah, termasuk Banjarmasin, setelah sejumlah pengguna motor mengeluh mesin tersendat, kehilangan tenaga, bahkan sulit dihidupkan usai mengisi Pertalite.

Meski demikian, pihak-pihak SPBU menegaskan bahwa setiap pengiriman BBM dari Pertamina sudah melalui proses uji kualitas berlapis, sehingga peluang tercampurnya air sangat kecil.

Pihak Pertamina pun diharapkan segera melakukan penelusuran dan klarifikasi resmi untuk meredam keresahan publik.(Wartabanjar.com/Frans)